Bersinmu Mencerminkan Gaya Sakitmu
Pernah gak sih dengar suara orang bersin kayak ecek-ecek? Kayak main-main gitu? 'Acih!', 'Cih!' dengan begitu pelan suaranya. Seperti bersin kucing. Saking pelannya, kita pikir dia sedang berlagak imut, atau malah lagi mengejek siapa gitu, pun sengaja menyela pembicaraan orang-orang di dekatnya. Tak ubahnya seperti kita sengaja berdehem atau batuk-batuk ketika ada topik, orang, atau hal yang disindir atau untuk mengode agar mengalihkan pembicaraan. Ada? Laki-laki atau perempuan?
Atau sirkel pertemanan dan pertetanggaanmu adalah mereka yang suara bersinnya masih bisa didengar pada radius 100 meter? Yang ketika mereka bersin, kita yang dengar bukannya bilang 'Yarhamukallah', tapi refleks "Astaghfirullah". Cak la... itu laki-laki atau perempuan?
Suara Bersin Mencerminkan Kepribadian
Cara dan suara bersin rupanya bisa mengambarkan kepribadian seseorang. Seperti yang diyakini oleh Dr. Hirsch, pendiri Smell & Taste Treatment and Research Foundation di Chicago, bahwa ada komponen kepribadian yang terwakili dari cara seseorang bersin dan suaranya. "Ini lebih pada faktor psikologis dan mewakili kepribadian yang mendasarinya atau struktur karakter," Kata beliau. Aku sih setuju dengan pendapat ini.
Menurut Dr. Hirsch, seseorang yang memiliki kepribadian demonstratif dan terbuka umumnya lebih mungkin memiliki gaya bersin yang meledak-ledak atau menggelegar. Sebaliknya jika seseorang punya kecenderungan agak pemalu, maka bersinnya akan lebih tertahan yang oleh Dr Hirsch digambarkan seperti bersin Minnie Mouse. Kalau pendapat yang ini aku setujunya 70%. Sisanya aku juga mendapati para introvert yang suara bersinnya menggelegar, dan para ekstrovert yang suara bersinnya kalem.
Suara bersin dan gaya sakit
Nah, aku punya teori sendiri tentang suara bersin dan kepribadian seseorang, lebih tepatnya kelakuan seseorang ketika dia sakit atau merasa sakit. Teoriku ini berdasarkan pengalaman, pengamatan puluhan tahun, juga wawancara. Baik dengan keluarga, karib, kerabat, tetangga, juga kenalan. Sejauh ini aku belum menemukan kasus yang berlawanan dengan teori absurdku ini. Semakin kuat suara bersin seseorang, maka semakin "ributlah" suaranya ketika dia sakit.
Ribut di sini bisa diartikan lebay, baik dari segi suara maupun kelakuan. Misal, ybs. digigit semut, tapi orang pikir dia kena entup tawon ndas karena suara mengaduhnya yang lebay. Contoh lain, ybs. masuk angin dan merasa mual, tapi tetangga kanan kiri depan belakang rumah mengira ybs. kena asam lambung akut sampai muntah-muntah tengah malam. Padahal ybs. muntah sekali pun tidak.
Dengan tingkat rasa sakit dan keadaan yang sama, pada orang normal adalah sakit biasa, tapi pada mereka (yang suara bersinnya menggelegar) jadi macam sakit parah.
Catatan : Aku bukan sedang merepet ya 😄
Pernah juga terlintas pertanyaan... Apa iya suara bersin yang kuat itu adalah bawaan lahir? Apakah tidak bisa diubah? Setelah kupikir-pikir, tentu tidak. Pasti bisa diubah. Banyak kok, yang ketika kecil suara bersinnya standar bahkan tergolong pelan, lalu pelan-pelan makin dewasa makin kuat, dan makin tua jadi kian membahana. Namun ada juga yang sejak balita suara bersinnya tergolong kuat, ketika SMP dan SMA berangsur-angsur jadi kalem. Ada juga bahkan yang besoknya bisa langsung pelan drastis sehabis kena tegur sehari sebelumnya. Adab ya, lagi-lagi adab.
![]() |
redbubble.com |
Adab Ketika Bersin
Ada 3 adab ketika bersin, yaitu:
1.
Menutup hidung dan mulut dengan kain atau tangan agar tidak menyebarkan virus.
2.
Mengucapkan "Hamdallah" (segala puji bagi Allah) setelah bersin, sedangkan bagi yang mendengarnya mengucapkan "Yarhamukallah" (Semoga Allah merahmatimu). Lalu jika ada yang mendoakan kita ketika bersin, ucapkanlah "Yahdikumullah wa yushlihu balakum" (semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu).
3.
Merendahkan suara ketika bersin. Kenapa? Karena pada dasarnya bersin dikeluarkan dengan suara keras yang tak jarang mengagetkan orang di sekitar. Makanya dianjurkan menutupi wajah ketika bersin. Tak cuma supaya mencegah virus kemana-mana tapi juga untuk meredam suara bersin itu sendiri.
Dari Abu Hurairah ia berkata,
"Sesungguhnya Rasulullah SAW apabila bersin beliau menutup wajahnya dan menyembunyikan bersinnya."
(Musnad al-Huamaidi, 2/289 hadits 1191 dari sufyan berkata: Ibnu Ajlan dari Sumai dari Abi Shalih dari Abu Hurairah. Shahih)
Nah, bagaimana denganmu, seberapa kuat suara bersinmu?
0 comments:
Thank you for visiting. Feel free to leave your response. 🙏😁😄